Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Our Wedding
image

Mutiara & Fadjar


With all of families, relatives and friend prayers and blessings may God also put blessing on both of them to pursue their dream together and live happily ever after..
Kategori Artikel
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

BISNIS FRANCHISE PULSA TERDAHSYAT

AYO Berkebun EMAS!!!
Chat with Me?!
Visitor Flags
Contact

Phone:

+62 857 4342 4433 

e-mail & Facebook:

fadjar.wibowo@yahoo.com

mailing address:

Jl. Menur 12 Baciro Yogyakarta 55225, Indonesia

Visitor

Location of Visitors

Mencari Nikmat Menghindari Sengsara

Motivasi besar, berarti ada alasan yang kuat selengkapnya...

Sat, 19 Feb 2011 @13:16 • 0 Komentar

Community-Based Education, Solusi Kesehatan Masyarakat

"Belakangan, dunia pendidikan kedokteran terus mengembangkan pendidikan kedokteran yang berbasis komunitas (community-based education). Program yang ditujukan untuk memaparkan mahasiswa dengan setting komunitas lebih dini ini ternyata juga memberi efek positif bagi masyarakat (Wibowo, 2011). " selengkapnya...

Sat, 19 Feb 2011 @13:07 • 0 Komentar

Kapitasi dan Prevensi

"Semakin banyak variasi tindakan promosi kesehatan yang terintegrasi dalam satu institusi PPK, semakin besar manfaat yang dapat diperoleh oleh masyarakat.." selengkapnya...

Sat, 19 Feb 2011 @13:03 • 0 Komentar

Indonesia dalam Belantara Kesehatan Dunia

"..So, what? Lalu apa yang dapat pemerintah kita lakukan? Sederhana saja. Mencontek. Ya Mencontek dari negara tetangga kita .." selengkapnya...

Sat, 19 Feb 2011 @13:00 • 0 Komentar

Di Balik Senyum Pak Habibie..

 

berbincang dalam Bahasa Belanda dengan Pak Habibie :) beliau senang sekali..Fadjar                   : Assalamualaium Bapak, Bapak maaf ini saya ada surat untuk Bapak mohon diterima dan dibaca jika     Bapak ada waktu.. (dalam foto, amplop coklat di atas meja bertuliskan "Lieber Herr BJ Habibie" & "von M Fadjar Wibowo"

Pak Habibie         : ohya baik, berikan pada Bapaknyai..(beliau menunjuk asistennya)

Fadjar                  : saya Fadjar Bapak, alumni Insan Cendekia Serpong.

Pak Habibie         : (mengangkat wajahnya dari hadapan buku yang sedang ditandatanagni, menghadap saya dan                                           tersenyum antusias) Oh ya? Sekarang di Gama (UGM)? Ambil apa?

Fadjar                   : Kedokteran Bapak..

Pak Habibie           : Besok mau ambil spesialis apa? (sembari menandatangani novel saya)

Fadjar                   : Kebetulan saya ingin studi lanjut s2 untuk health promotion atau public health Bapak, dan InsyaAllah                               September besok dapat undangan ke Berlin Pak, mohondoanya 

Pak Habibie          : Oh ya?? (kembali tersenyum menatap wajah saya denga dua bola matanya yang bulat bersinar)                                       Bagus..!! (sambil menandatangani buku). (hening sepersekian detik seolah beliau ingin mendengar lebih)

Fadjar                   : Ohya Pak Ik spreek ook Nederlands, di buku saya baca Bapak juga Nederlandsspreken..

Habibie                 : Echt?? (matanya kembali membulat dangan wajah tersenyum antusias). Ja..ja.. veel succes ja..

Fadjar                   : Ja Bapak, U ook, veel gezond (gesture undur diri dan cium tangan)

Pak Habibie          : Hahaha, ja ja veel gezond..

 

Itulah percakapan sangat singkat antara saya dengan Pak Habibie sore tadi. Saya sangat menikmati moment yang hanya 2-3 menit tersebut. Begitu juga dengan beliau tampaknya.. (hehe, ge-er lu djar).

Yang membuat lebih senang lagi, setidaknya saya menangkap 3 senyuman dengan wajah penuh antusias dan mata membulat khas Pak Habibie.(tertangkap pada gambar)

 

Pertama, ketika saya mengucapkan Insan Cendekia. Ya beliau adalah pendiri sekolah, eh madrasah kami dengan nama Magnet School di kawasan Serpong. Nama Magnet School kemudian diganti menjadi Insan Cendekia oleh Almarhumah ibu Ainun. Di kampus sekolah kami, pernah sekali kami menerima kunjungan beliau dalam rangak Sewindu Insan Cendekia, kebatulan saya menjadi wakil ketua panitia dengan ketua Fahmi Mumtaz (ITB), didukung konseptor acara utama Satrio A.W (Brown University), pengumpul dana Elfa NR (ITB) dan pengarang serta penyanyi soundtrack acara  Sewindu Insan Cendekia, M Qaidi Barakatillah (Medizine, Erlangen Universitat). Saya sangat bersyukur pernah sekolah di madrasah ini meski dlu saya termasuk “anak baik” tapi pembangkang diam-diam. Hehe. Saya sungguh sangat berterimakasih kepada guru-guru kami yang benar2 menggosok kami dan memberi tekanan-tekanan positif hingga akhirnya kini kami meledak mengisi segala penjuru insyaAllah. Begitu juga kepada teman-teman yang luar biasa selama menempuh pendidikan di IC.

 

Kedua, adalah ketika saya menceritakan rencana kunjungan ke Jerman di waktu yang akan datang. Beliau nampak begitu ingin tahu dan penuh perhatian. Ini lebih karena beliau yang begitu melekat dengan Jerman. Kali ini saya sangat berterimakasih kepada para pembimbing (dr. Mora Claramita&Bu Yayi Suryo PhD) dan rekan penelitian (dr. Manik K & Dian F) saya di Fakultas Kedokteran UGM sehingga berkesempatan kembali mengunjungi Berlin di tahun ini insyaAllah.

 

Ketiga, adalah ketika saya mengajak beliau bercakap Bahasa Belanda. Cerita dalam novel beliau tentang kemahiran beliau dalam bahasa Belanda membuat saya berani melakukannya. Meski sempat ragu, saya yakin beliau akan mengerti karena memang Belanda mirip dengan Jerman. Kali ini saya sangat berterimakasih kepada keluarga besar Bina Antarbudaya dan AFS yang memungkinkan saya pernah belajar di negeri Paman Sar (Edwin van der sar, hehe). Sungguh kenikmatan tak terhingga ketika beliau menanggapi setiap kalimat saya.

Ya, di balik tiga senyum tersebut tersimpan jutaan terimakasih kepada semua tokoh yang pernah terlibat dalam hidup saya di tiga fase berbeda (Insan Cendekia, AFS, dan FK UGM)  sehingga saya bisa berbincang nyaman dengan beliau meski hanya 2-3 menit saja.

 

Namun di atas semua itu, saya ingin mengucapakan penghargaan tertinggi untuk almarhum Bapak yang mengajarkan kami untuk selalu SKSD dengan “orang besar” setiap kali ada kesempatan. Kalau disimak lagi, bisa saja kita berpikir  apa pentingnya saya cerita kepada Pak Habibie tentang hal2 di atas. Jual diri banget. Ya saya memang sedang menjual diri saya sore tadi, dengan kata yang lebih halus saya mencoba membuat benang merah diantara kami, agar suatu hari kelak berjumpa dengan beliau, beliau masih dapat mengenali saya dan terjalin silaturahmi. Karena silaturahmi akan memperpanjang usia dan rejeki. Itu yang selalu ditanamkan oleh almarhum Bapak. Meki beliau bukan siapa2 dalam skala pendidikan dan jabatan, tapi ber SKSD dg tokoh terkenal adalah hobi beliau, mulai dari Pejabat (mentri, dubes, dirut BUMN, anggota DPR), artis (Jojon, Ester, Mantili, advent Bangun, Berry Prima), hingga ustad (Aa Gym, Arifin Ilham, Chosim Nurseha dll) tidak jarang ketika kami kecil kami turut  dikenalkan kepada tokoh2 tersebut. Entah apa tujuan Bapak, mungkin sekedar menghibur kami mungkin juga melatih percaya diri dan kebanggan bahwa Bapaknya akrab dengan banyak orang, meski kami dari kalangan biasa saja.

 

Lalu mengapa tiga hal di atas yang saya jual? Insan Cendekia, Jerman, Bahasa Belanda. Sesungguhnya adalah fitrah manusia untuk hanya mau mendengarkan sesuatu tentang dirinya atau yang berkaitan dengan dirinya. Makin erat kaitannya, makin tinggi antusiasme nya. Untuk lebih menjual diri lagi tidak lupa saya menyerahkan sebuah surat kepada beliau dengan tulisan tujuan dan pengirim dalam bahasa Jerman. Dengan begitu saya harap dari ribuan surat yang beliau terima, ini bisa menarik perhatian beliau dan terbaca. (Alhamdulillah, dari 80-100-an orang yang antri di depan saya belum ada yang ngasih beliau surat, hehe). Dalam surat itu saya menyampaikan kekaguman saya pada beliau dan permohonan special saya kepada beliau. Syukur jika direspon, tetap lega meskipun tidak ada respoon. Saya sudah mencurahkan apa yang saya pikirkan tentang beliau.

 

Terima kasih untuk Kak Mohamad Ichsan yang telah member informasi kedatangan beliau meski awalnya saya sempat kaget. Semoga cepat sembuh ya (mohon doa dari para pembaca, beliau mendapat musibah saat perjalanan menuju lokasi acara).

"Fadjar & Muti", signed by Pak HabibieTerimakasih untuk Michelle Ayu K. sahabat kami yang telah bersedia menemani ke acara ini dan mengambilkan gambar tersebut. Juga untuk Mutiara Indriani yang selalu menginspirasi, termasuk akhirnya saya tergerak untuk menulis surat kepada Pak Habibie. Semoga tanda tangan beliau sekaligus menjadi doa untuk kita ^^.

Dan tentu saja begitu banyak terimakasih kepada Bapak Habibie yang begitu antusias mendengarkan dan menyambut setiap penggemarnya dengan begitu ramah dan rendah hati di Jogja sore tadi.. Semoga Bapak diberi kekuatan menghadapi rindu akan Ibu Ainun yang selalu menghampiri.. Semoga Allah memberi tempat terbaik kepada beliau Amin.

 

Semoga apa yang saya tulis, jika ada yang baik dapat bermanfaat bagi pembaca. Amin.

 

Salam hangat

baca..dan pastikan hidup Anda menjadi lebih indah dan bermakna sesudahnya

 

Sun, 6 Feb 2011 @18:29 • 1 Komentar

"Habibi & Ainun": Ekspresi Seorang Pembaca

""Ngapain lo beli novel banyak2 Djar??!!" selengkapnya...

Sun, 9 Jan 2011 @21:04 • 2 Komentar

Persembahan Untuknya

image
Andaikan aku punya sayap.. Ku kan terbang jauh mengelilingi angkasa Kan kuajak ayah bundaku Terbang bersamaku Melihat indahnya dunia.. selengkapnya...

Wed, 2 Jun 2010 @21:30 • 4 Komentar
Tags: afs bina antarbudaya belanda iscoms

Bisnis Pulsa, Bisnis Paling Menjanjikan Bagi Siapa Saja!!!

image
Mengapa Bisnis Pulsa Menjadi Bisnis Paling Menjanjikan Bagi Siapa Saja??!!! Berikut beberapa aspek dan ulasannya.. selengkapnya...

Fri, 14 May 2010 @23:44 • 1 Komentar

BISNIS PULSA TERDAHSYAT ABAD INI!!!

image
Dengan strategi marketing yang luar biasa, Bisnis ini memberi kesempatan kepada Anda untuk mengis pulsa secara GRATIS dan menghasilkan profit bersih hingga JUTAAN rupiah per MINGGU!!! selengkapnya...

Mon, 29 Mar 2010 @11:04 • 0 Komentar

Tribute to My Dearest Father, Mochammad Muslich Sophie

image
"Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah. Barangsiapa shalat empat rakaat, maka dia tetapkan termasuk orang-orang yang ahli ibadah. Barangsiapa mengerjakan enam rakaat maka akan diberikan kecukupan pada hari itu. Barangsiapa mengerjakan delapan rakaat, maka Allah menetapkannya termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh. Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Surga. Dan tidaklah satu hari dan tidak juga satu malam, melainkan Allah memiliki karunia yang danugerahkan kepada hamba-hamba-Nya sebagai sedekah. Dan tidaklah Allah memberikan karunia kepada seseorang yang lebih baik daripada mengilhaminya untuk selalu ingat kepada-Nya" Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani.[17] selengkapnya...

Sun, 14 Mar 2010 @16:16 • 2 Komentar
Tags: mochammad muslich sophie ayah dhuha

1 2 3 4

Copyright © 2018 Mochammad Fadjar Wibowo · All Rights Reserved Proudly Powered by DBS Webmatic