Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Our Wedding
image

Mutiara & Fadjar


With all of families, relatives and friend prayers and blessings may God also put blessing on both of them to pursue their dream together and live happily ever after..
Kategori Artikel
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

BISNIS FRANCHISE PULSA TERDAHSYAT

AYO Berkebun EMAS!!!
Chat with Me?!
Visitor Flags
Contact

Phone:

+62 857 4342 4433 

e-mail & Facebook:

fadjar.wibowo@yahoo.com

mailing address:

Jl. Menur 12 Baciro Yogyakarta 55225, Indonesia

Visitor

Location of Visitors

KRT dr. Lukas Meliala Sp.S. Sang Dokter Becak

image

DOKTER becak?

Inilah julukan dr KRT Lucas Meliala Sp S. Dokter spesialis syaraf RSUP Dr Sardjito. Pria bersahaja kelahiran Membangmuda Rantau Prapat Sumatera Utara 22 September 1941 ini menyimpan kisah panjang yang patut jadi teladan. Sampai-sampai, Keraton Mangkunegaran Solo, menganugerahi gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT). Gelar kehormatan yang lazimnya diberikan kepada orang Jawa, utamanya kerabat dekat raja.

Menurut dokter Lucas, sejak 1970, ia merintis bidang ilmu syaraf di wilayah Surakarta. Embrionya di RS Mangkubumen dan kemudian dikembangkannya di Fakultas Kedokteran UNS. “Saya memulai sejak belum ada UNS. Masih di Fakultas Kedokteran UPN Solo,” katanya.

Selain berhasil ‘menerobos’ kekokohan tembok keraton, pria Batak ini punya masalalu sangat menarik. Penuh perjuangan, sebagai sulung 10 bersaudara —plus dua adik angkat— dari keluarga Ps Maliala yang berpenghasilan minim, “Bapak saya pegawai rendahan di dinas kesehatan, jabatannya mantri malaria. Untuk menopang hidup, ibu harus kerja keras. Banting tulang ke kebun dan sawah” ungkapnya.

Di usia enam ia sudah diberi tanggungjawab mengasuh adik-adik selagi bapak kerja dan ibu ke sawah. Sambil mengasuh 11 saudaranya itu, Lucas masih harus merampungkan pekerjaan rumah lain.

Seiring perjalanan usia, tanggungjawab yang diemban bertambah. Mulai ikut kerja di sawah dan ladang. Sementara tugas mengasuh anak, dioper ke salah satu adik yang dianggap mampu.

Hebatnya, meski kerja keras, prestasi belajarnya cukup menonjol. Ini yang barangkali membuat kedua orangtuanya mendorong agar Lucas melanjutkan studi ke Yogya.

Tentu, kedua orangtuanya tak menyangka bahwa akhirnya Lucas beli becak dari menjual buku-buku kuliahnya, lalu kredit bank sampai punya 41 becak, karena inilah Lucas Maliala disebut banyak orang sebagai....Dokter Becak.



Mau Berusaha? Pasti Ada Jalan!

MENINGGALKAN kampung halamannya di Membangmuda Rantau Prapat Sumatera Utara, Lucas hanya berbekal semangat dan restu orangtua. Menuju Kota Mahasiswa yang sasaran intinya Kampus Biru, Universitas Gajah Mada, begitu lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru dicarinya indekosan.

Sampai tingkat tiga studi lancar. Meski hidupnya pas-pasan. “Memasuki tingkat empat, saya mulai kesulitan. Kiriman orangtua seret. Sementara biaya studi tambah tinggi. Apalagi harga buku acuan perkuliahan di fakultas kedokteran sangat mahal,” kata dokter Lucas.

Tahun 1964 ia pacaran serius dengan Christina Pinem, Gadis Batak yang menempuh pendidikan di Sekolah Perawat Kesehatan RS Panti Rapih. Lucas justru ambil jalan frontal. “Kami putuskan menikah. Agar pikiran tenang dan bisa mengambil jalan keluar,” kata Christina yang ikut menemui MP, Senin pagi lalu di kediamannya kawasan Nagan Lor Yogya.

Bagaimana hidup? Padahal kiriman seret, dan perekonomian di sekitar meletusnya G30S-PKI sangat kacau-balau?

Lucas putar otak. Dan dipilihnyalah : usaha menyewakan becak Tapi darimana modal didapat?Harga satu unit becak waktu itu Rp 100 ribu. Nggak mungkin minta kiriman orangtua.

Maka : Semua buku kuliah diloakkan-nya. Kalung isteri pun dilego. Dengan itu baru diperolehnya satu becak.

“Puji Tuhan, becak saya laris. Siang malam disewa orang. Dari sini kami bisa bernafas lega. Minimal bisa buat menutup kebutuhan sehari-hari dan uang kuliah,” kata pria ramah itu sambil tersenyum.

Problem menyambung hidup dan biaya studi teratasi oleh satu becak. Eh, muncul masalah lagi, satu per satu saudara dan tetangga dari Medan datang ke Yogya dan ikut tinggal di rumah kontrakan Lucas. So, biaya hidup membengkak. “Sering kami makan dengan lauk kerupuk dan sambal” tuturnya.

Pernah rumah kontrakannya yang sempit dihuni 16 orang. Mereka tidur di lantai beralas tikar. Untuk makan sehari-hari, Lucas sewa piring. “Kami hanya punya enam piring. Terpaksa kekurangannya nyewa ke tetangga,” sela Bu Lucas.

Kedatangan saudara dan tetangga dari Batak tidak dianggapnya beban. Sejak kecil Lucas dan Christina sudah biasa memikul beban yang seharusnya belum menjadi tanggungjawabnya. Meski berat, pasangan suami-isteri itu mengaku tak pernah mengeluh.

“Kami tidak sempat berpikir banyak. Yang penting semua mau ikut prihatin dan makan seadanya. Soal rezeki, toh sudah ada yang mengatur. Orang yang berusaha pasti diberi jalan. Ini prinsip hidup kami,” kata Lucas berfilsafat.

Lagi-lagi, Puji Tuhan, bermodal menyewakan satu becak, asap dapur terus ngebul. Studi pun tiada kendala. Setahun kemudian, Lucas berani mengajukan kredit ke BRI. Ditanya untuk apa, Lucas jawab, untuk usaha sewa becak.

Kredit mengucur, tapi tak cukup untuk beli 10 becak yang diinginkannya. Lagi-lagi, otak pun diputar.

Duit bank dibelikannya 10 kerangka becak. Roda, papan serta jok dibikinnya sendiri. “Saya biasa merawat becak, nyetel roda dan melakukan perbaikan-perbaikan kecil. Bahkan, keseharian saya dulu, siang kuliah, malam sampai jam sepuluh ngurusi becak. Sering harus dandan-dandan atau bahkan hunting dengan sepeda onthel keliling Yogya mencari becak yang oleh penyewanya tidak dipulangkan,” tutur pria ulet itu.

Usaha persewaan becak terus maju. Sampai puncaknya sekitar 1968, Lucas berhasil memiliki 41 becak. Semua diurusnya sendiri di sela kegiatan kampus. Kesibukan bertambah begitu muncul ide beternak ayam petelor. Maka, ya kuliah, ya mbecak, ya ngurus ayam. Di rumah kontrakan? 

Tentang itu ada cerita tersendiri. Oleh pemiliknya, rumah yang sudah lama dikontrak Lucas akan dijual Rp 1,75 juta atau setara 3,5 kg emas. Lucas menyanggupi, tapi dengan sistem mengangsur setahun.

“Akhirnya benar, saya lunasi utang rumah ini dari uang becak. Artinya, rumah ini hasil becak,” katanya sambil tertawa, di ruang tamu rumah besar berhalaman luas itu.

Tahun 1969 gelar dokter direngkuh, lima tahun setelahnya predikat dokter spesialis syaraf digapainya.

Dan bisnis becak tak dilepasnya. Malah semakin lancar. Masa emasnya tahun 1971. Tapi memburam awal 1974. Lucas lalu beli colt untuk angkutan umum. Per mobil disewakannya Rp 150 ribu/bulan. Dokter ini punya tiga colt yang dibelinya dari kredit bank. Semua disewakan, sampai Banjarnegara dan Wonosobo. “Bahkan, sebagian penyewa menginginkan membeli colt-colt itu dengan sistem kredit. Ya, kemudian saya pun kembangkan sistem sewa beli colt,” ungkapnya.

Sampai 1978, jumlah becaknya 41 unit. Colt-nya 56. Semua dilego begitu ia melihat bisnis transportasi sudah tidak prospektif lagi. Tinggal satu becak ia sisakan. Yakni becak pertama, becak cikal bakal yang menghidupi dan membiayai studinya.

Hasil penjualan becak dan mobil itu dibelikannya tanah di daerah Sokorejo Wonosobo. Ia tanami cengkeh yang sekali panen bisa lebih tiga ton cengkeh kering.

Berkat becak, dokter ahli syaraf itu sukses luar biasa. Bersama isteri dan keempat anaknya : dr Adelina Meliala Sp S, dr Andida Meliala, dr Andresta Meliala M Kes dan si bungsu dr Andrianita Meliala, kandidat doktor bidang nutrisi.

(dikabarkan saat ini keluarg dokter Meliala menjalankan usaha busa pariwisata AO transport)

http://www.kr.co.id/mp/article.php?sid=2097

Sat, 22 Aug 2009 @15:57
Tags: lukas meliala dokter pengusaha


3 Komentar
image

Tue, 21 Dec 2010 @18:53

Amirah Wahdi

not to mention Beliau juga ahli jiwa dan Professor yaaah...
hahahaha,, saluuut deh Prof!!! :D
klo mau blajar kerja keras emang dari orang Batak deh kyanya, hehehe...

image

Mon, 9 May 2011 @21:39

gilang adiwignya

waahh,,mantep jar.
tolong dong lebih banyak lagi nulis tentang dokter2 pengusaha..hehehe

image

Wed, 3 Aug 2011 @12:22

wfajarpratama

wah.. ini dokter lucas yg buka klinik di kontrakan ku.. jl veteran solo


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+3+6

Copyright © 2018 Mochammad Fadjar Wibowo · All Rights Reserved Proudly Powered by DBS Webmatic