Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Our Wedding
image

Mutiara & Fadjar


With all of families, relatives and friend prayers and blessings may God also put blessing on both of them to pursue their dream together and live happily ever after..
Kategori Artikel
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

BISNIS FRANCHISE PULSA TERDAHSYAT

AYO Berkebun EMAS!!!
Chat with Me?!
Visitor Flags
Contact

Phone:

+62 857 4342 4433 

e-mail & Facebook:

fadjar.wibowo@yahoo.com

mailing address:

Jl. Menur 12 Baciro Yogyakarta 55225, Indonesia

Visitor

Location of Visitors

Story Behind the Wedding

 

Story Behind the Wedding

    Mutiara, born on 23rd February 1989, is the oldest daughter of Mr Hendry Dunand and Mrs Sri Retnani. At very young age she moved to Jakarta, attending Al Azhar 01 Junior High School and SMAN 8 High School (both acceleration class). Finally in 2010, she accomplished her bachelor degree under full scholarship at the Ritsumeikan APU, Japan. Currently, she is working in the ASEAN Secretariat Jakarta.

    Fadjar, born on November 1987, is the youngest son of Mr Sophie Mochammad Muslich and Mrs Retno Wiwiek Soulyanti. At very young age, he moved to Yogyakarta, attending SMPN 5 Junior High School. Then, he went to MAN Insan Cendekia High School, in Serpong-Jakarta. Finally in 2011, he accomplished his Bachelor Degree in Medicine at the Universitas Gadjah Mada. Currently, he is finishing his duty in WHO-Headquarter in Geneve, Switzerland and will continue his education on public health at the Medical Faculty of Université catholique de Louvain, Belgium.

    Since God already decided a good timing for them to be finally together, Mutiara and Fadjar were somehow separated in two different worlds. Even though they were applying to the same high schools, and both got accepted, but God said “not yet”.

    Future preferences are also very similar, Mutiara wanted to study medicine and Fadjar wanted to have a diplomatic carrier abroad (Fadjar received Ritsumeikan APU Scholarships too), but God also said “no way” at that time. God also said “hell no, not yet kiddo”, even though they were under one chapter during orientation and went to the same AFS student exchange programme. Both of them have participated American Field Service (AFS) exchange students funded by Bina Antar Budaya Foundation in 2005-2006. Fadjar went to the Netherlands and Mutiara went to Italy, since then they had no contact for 5 years, they could not trace each other.

   At the end of 2010, Mutiara and Fadjar met through an unexpected scenario. Facebook-uploaded fundraising advertisement for Merapi disaster designated by Fadjar has coincidently attracted Mutiara’s attention to participate, therefore communication was re-established then they have finally re-met. Turns out, Mutiara and Fadjar are meant to be together in a special way. Reading above, they have totally different paths and educational backgrounds.

   Fortunately, bunch of similarities were coincidentally uncovered at the beginning of their relationship. These mosaics of similarities are playing significant role, make them complementing each other as the perfect couple. Finally, in 2011 New Year they agreed to be together. On 23rd April, Fadjar expressed his intention to propose Mutiara, thus both families met on 23rd May 2011 to discuss in furtherance of marriage. Coincidentally, 23 is Mutiara’s favorite number as well as her birth date.

   Insha’Allah they both will depart to attempt study in Belgium this year. With all of families, relatives and friend’ prayers and blessing may God also put blessing on both of them to pursue their dream together and live happily ever after.

comment

back to home

Kisah di Balik Pelaminan

 

Mutiara adalah putri pertama dari pasangan Bapak Hendry Dunand dan Ibu Sri Retnani. Lahir dan besar di Jakarta, Mutiara bersekolah di SMP Al Azhar Kebayoran Baru dan SMA Negeri 8 Jakarta. Mutiara menyelesaikan pendidikan sarjana dengan beasiswa dari APU – Ritsumeikan University,  Jepang.

Sementara Fadjar adalah putra kedua dari pasangan Bapak Mochammad Muslich Sophie dan Ibu Retno Wiwiek Soulyanti. Lahir dan besar di Bogor, Fadjar kemudian melanjutkan sekolah di SMP Negeri 5 Yogyakarta dan MAN Insan Cendekia Serpong, Tangerang. Fadjar menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokteran di Universitas Gadjah Mada.Meski sekilas Mutiara dan Fadjar tampak memiliki perjalanan hidup dan latar belakang pendidikan yang berbeda dan berliku, ternyata tersimpan banyak persamaan di antara mereka yang kemudian menjadi mosaik pemersatu keduanya.

Memasuki masa SMP, meski berbeda kota, masing-masing keduanya sama-sama tinggal bersama dengan keluarga Pakde dan Budenya.  Mutiara di Jakarta, Fadjar di Jogja. Pada tahun 2003, keduanya diterima di sekolah yang sama. Meski akhirnya  Mutiara masuk SMA Negeri 8 Jakarta. Pada tahun 2005 keduanya bertemu untuk pertama kali dan berteman sebagai sesama penerima beasiswa pertukaran pelajar AFS  dari Yayasan Bina Antar Budaya. Mutiara berangkat ke Italia, sementara Fadjar ke Belanda. Selepas SMA, Mutiara dan Fadjar sama-sama mendapat kesempatan beasiswa dari APU – Ritsumeikan University, Jepang. Namun, keduanya urung kembali bertemu, Fadjar akhirnya belajar di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Setelah sekian lama tidak berjumpa dan tanpa komunikasi, pada November 2010 Mutiara dan Fadjar pun bertemu melalui skenario tak terduga. Mereka bertemu setelah Mutiara melihat poster donasi korban Merapi yang Fadjar muat di Facebook dan tertarik ikut membantu mengumpulkan dana. Komunikasi pun kembali terjalin di antara keduanya.

Akhirnya Mutiara dan Fadjar sepakat untuk menjalin hubungan yang lebih serius pada awal tahun 2011 ini. Seperti pepatah berkata, rezeki dan jodoh datangnya tak pernah dapat diduga. Pada bulan Maret dan April, Fadjar mendapat kesempatan untuk melaksanakan internship WHO di Swiss dan beasiswa Erasmus Mundus di Belgia. Demi melanggengkan kebahagiaan dan kebersamaan keduanya,  pada 23 April 2011, Mutiara dan Fadjar memutuskan untuk melaksanakan pernikahan yang telah diikuti dengan proses lamaran pada 23 Mei 2011.

Mutiara mendapat apa yang tidak Fadjar dapatkan, Fadjar mendapat apa yang tidak Mutiara dapatkan. Kesempatan internship WHO yang Fadjar dapat seolah menjadi pengganti dari urungnya Mutiara melaksanakan program serupa karena bertepatan dengan tugas kantornya. Seolah sudah menjadi jalan bagi keduanya untuk saling melengkapi, saat ini Mutiara bekerja di kantor Sekretariat ASEAN di Jakarta. Mutiara menjadi delegasi ASEAN untuk misi simpatik bagi korban Tsunami di Jepang. Seolah bertukar peran, Mutiara yang semula ingin menjadi dokter kini meniti karir di dunia diplomasi, sebaliknya Fadjar yang awalnya ingin menjadi diplomat kini menuntut ilmu di dunia kedokteran. 

Setelah pernikahan ini,  Insya Allah Mutiara dan Fadjar akan bersama melanjutkan kisahnya di Eropa. Dengan diiringi doa dan restu Bapak/Ibu, semoga Allah SWT turut meridhoi usaha keduanya untuk terus berkarya dan membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Amin.

 

Tue, 5 Jul 2011 @23:45

Copyright © 2018 Mochammad Fadjar Wibowo · All Rights Reserved Proudly Powered by DBS Webmatic