Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Our Wedding
image

Mutiara & Fadjar


With all of families, relatives and friend prayers and blessings may God also put blessing on both of them to pursue their dream together and live happily ever after..
Kategori Artikel
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

BISNIS FRANCHISE PULSA TERDAHSYAT

AYO Berkebun EMAS!!!
Chat with Me?!
Visitor Flags
Contact

Phone:

+62 857 4342 4433 

e-mail & Facebook:

fadjar.wibowo@yahoo.com

mailing address:

Jl. Menur 12 Baciro Yogyakarta 55225, Indonesia

Visitor

Location of Visitors

Satu Subuh, Berjuta Mimpi!!!

Nah mari sekarang kita masuk ke inti permasalahan… Kali ini saya lagi-lagi ingin bercerita tentang keajaiban Tuhan, beberapa anugerah tak terhingga yang dalam 2 hari ini saya alami, ada sedikit bumbu2 musibah dan romansa sedekahnya juga lho.. yummy deh!!!

Hari selasa (7/3) kemarin hari yang cukup hectic buat saya. Setelah harus mendistribusikan hasil revisi skripsi kepada para pembimbing dan penguji, Saya bersama kawan baik saya ZA berburu dr. R. SpKJ. Kami bahkan sempat ke bangsal jiwa (hamper-hampir saya masuk sini lho gara2 ujian2 teori, klinik dan skripsi kemarin yg bersamaan). Tapi yang dicari tidak kunjung jumpa. Di tengah perburuan, tman saya ZA ini, sebut saja Zamrina Adilafatma lah ya, dia menceritakan buku yang saya baca sekilas langsung bikin saya yang tadinya panic dan resah dengan kabar terkini tetang IPK saya, menjadi tenang seketika. Dunia yang berasa mau runtuh, tiba2 ga jadi, karena tiba2 di kepala muncul, “IPK is not the end of the world”. Ya, kalau Anda punya masalah terkait impian, rizki, jodoh, pertemanan, gejala psikosomatis dan masalah pribadi lainnya, bacalah buku “7 Keajaiban Rizki” karya Ippho “Right” Santosa ini. Pasti sembuh!!! Ingat bahkan penyakit sekalipun, terutama psikosomatis! Ngga Percaya?? Beli dulu, baca bagian yang menarik minat ANda. Kalu menurut Anda buku ini ga menarik, kasih ke saya, saya beli bukunya (asal masi rapi) Anda saya traktir soto ayam paling enak di seantero Jogja Raya, Soto Kadipiro!

Ohya, btw IPK (index prestasi kumulatif) itu penting, tapi ga banget2 lah, ada yang lebih penting IPK juga tapi Index Pendapatan Kumulatif!!! Hahaha.. ga percaya?a Tanya mba2 yang fresh graduate trus langsung nikah, sekarang mana yang mereka lebih pedulikan dari suami.. IPK apa “IPK”??!!

Oke, balik lagi, hingga ketika kami kelelahan di Lobby Gedung Radiopoetro, tiba2 beliau melintas. Saya pun langsung menggerebek beliau, tapi bukannya lari malah, “silakan dik silakan, ada apa?” Wah, dosen begini ni yang oke. Akhirnya saya ceritakan bahwa kami mengharapakan agar nilai ujian mahasiswa peserta blok beliau dapat ditingkatkan lagi. Namun kemudian beliau menyatakan bahwa hal ini tidak mungkin lagi karena tim asusement, eh assessment tidak memungkinkan peningkatan nilai dengan pemberian tugas ulangan maupun make up test segera. Harus menunggu semester depan. Berbagai alasan saya kemukan seperti “kesialan” kami angkatan 2007 mendapatkan perlakuan penilaian yang berbeda dari angkatan2 sebelumny dsb. Tapi beliau tak bergeming. Akhirnya saya keluarka jurus lobi pamungkas, yakni memelas! Saya ceritakan IPK saya yang masih belepotan sementara saya berharap bisa apply scholarship untuk s2 public health di LN akhir tahun ini dsb. Eh tiba2 belaiu malah nanya,

”pengennya cari dimana?”

“Oslo atau Mastricht Dok, yang paling pengen, tapi USA juga gapapa” (cah edhian, ngimpine dhuwur banget)

Air muka beliau berubah, dan saya tahu beliau sedang PhD di Taiwan, dan saya tahu public health di Taiwan sedang berkembang. karena dosen-dosennya serempak kembali dari John Hopkins SPH (school of public health), SPH nomor 1 di dunia. Langsung saya sambung, “kalau Taiwan gimana dok, katanya lagi bagus dan gencar promo?”

Iya, disana SPH nya independent setara denga pendidikan dokter, gizi dan nurse. “Lah IP mu brapa to dhik?”

“2,89 Dok!” tetap berusaha semangat meski kalo orang luar tahunya nilai segina ga panyes di FK UGM, soalnya bandingan mereka angkatan2 sebelumnya yang bisa 60% cum laude, sementara 2,89 bakal Nampak sangat ceumelude (baca: kemelut).

Sungguh di luar dugaan beliau berkata,”aah.. bisa.. dapet beasiswa SPH.., nanti saya kasih informasi dan kalau kesana saya carikan professornya, yang penting kan rekomendasi dari sana dik, soalnya saya kemarin sempat ditawari, tapi ndak saya ambil karena saya kan klinis..gini aja, nanti kamu email saya, cateto emailku, nanti ada info lagi ta’kabari wis, ngono yo..”

Uwaaa…dengan hepi bagai dicium bidadari (kaya pernah aja, eh pernah ding, hihihi..) akhirnya saya mengundurkan diri.

Kami pun menuju ruang kuliah mendengarkan sosialisasi ko-ass yang dibuka oleh dr. T, M.MedEdu, PhD. Ketika presentasi saya mengirim sms beliau tetntang rencana kehadiran rombongan International Deans Course yang dihadiri para Dekan2 di ASEAN, dan alumni DAAD kebetulan acara ini disponsori oleh DAAD. Saya mengajukan diri via sms untuk dapat bersama teman2 mengikuti kegiatan kunjungan tersebut dengan harapan bisa menjalin koneksi dengan para tau dan dekan yang hadir karena siapa tahu kelak bisa membuka peuang beasiswa atau kerjasama. Ini ceritanya saya sedang mempraktekkan ilmu tebla muka, nekat, SKSD yang diturunkan perpaduan ilmu dari kedua orangtua saya. Pokoknya kalo ada event potensial, tlesep-tlesep cari peluang bisa terlibat!! Selalu ciptakan peluang, always create chancea, altijd kansen maken!!

Selepas kuliah saya segera berlalu menuju kantor team FM FK UGM, disana saya telah u oleh Pak T dan Mas D dari GT dan Prof A bersama dr.D. sore itu kami membicarakan pengalihan proyek kerjasama antara “FK” dengan GT dan Nokia terkait content Nokia OVI Life Tools. Mau ga mau harus dialihkan, karena targetnya Maret sudah muncul di Media, tapi sudah 4 bulan ga ada respon adekuat dari “fakultas”. Diskusi berlangsung lancer saya diteman kawan baik yang lain, Angga. Kami pun pulang. Hujan sore hari ditambah lelah yang sangat seharian, akhirnya saya memutuskan hujan2 pulang ke rumah. Tiba di rumah saya terkejut lemas, laptop yang telah saya masukkan tadi (disaksikan Angga) tiba2 raib bak barang padat yang menyublim dari dalam tas saya, hanya tersisa kabelnya. Saya tidak perlu menjelaskan lebih jauh, hal2 “aneh” seperti ini beberapa kali terjadi. Initnya laptop saya hilang, saya kembali ke kampus, telusuri jalan, Tanya orang punt itdak ada yang tahu. Lemas, depresis seketika. Ya, semua bhan dan skripsi terbaru, kontrak dan proposal kerjasama, CV terbaru, aplikasi magang WHO, exchange maheva, surat-surat.. semua ada di dalam.

Dalam keadaan galau segalau2nya saya matikan semua hp, saya kunci mulu rapat2, saya hanya mau berdiam diri. Saya pun meninggalkan HP, mengambil dompet dan kunci motor, dengan pakaian sisa hari ini yang sudah basa melekat, saya hujan-hujan mencari buku yang diceritakan ZA tadi siang. Alhamdulillah di Toga saya nemu buku2nya Mas Ippho ini, banyak dan bagus2, tp karena lg ga banyak duit, kata orang prancis keturunan arab, “j’ai fulus laghie meffete” akhirnya Cuma beli dua. 7 Keajaiban Rezeki dan Percepatan Rizki. Hahaha, tau donk kenapa, biar bisa bisa cepet2 afirmasi alam bawah sadar sehingga cepet2 dapet ganti laptop yang menyublim tadi. Hehehe. Buku pertama menjanjikan perubahan rezeki dalam 99 hari, buku kedua dalam 40 hari.

Sampai di rumah saya baca buku pertama sampai larut malam menjelang. Kalau sampai pagi menjelang, itu ANang sama anaknya lagi nyanyi, “aku dan kamuu..” Baca buku ini kegalauan saya berangsur-angsur berkurang. Ditambah curhat dg sang kekasih di seberang telpon sejauh 500 km, makin membuat hati ini tenang. Hehehe .

Pagi hari selepas tahajud saya menanti subuh dengan melanjutkan membaca si “7 Keajaiban Rezeki” ini hingga tibalah saya pada bagian yang intinya, “untk meraih mimpi, kita harus memantaskan diri bagi mimpi tersebut. Apapun mimpi Anda, sebelum berharap terlalu jauh menjadi nyata, nagca dulu cing udah pantes belom? makanya pantaskan diri kita dulu. Oia, ni buku bahasanya kocak gila. Jadi ga bosen2 bacanya..

Tepat saat adzan subuh berkumandang, 4.15 Waktu Indonesia Baciro,. Baciro ini kelurahan tempat saya tinggal, meski demikian saya lebih senang menyebutnya Belanda, belakang (satdion) Mandala Krida.. huahuahua.. saya tiba pada halaman yang bercerita tentang impian umroh. Disana dikatakan kalau belum bisa umroh secara lahir, pantaskan diri dengan cara menjalani umroh rumahan, yaitu sholat subuh berjamaah di masjid, sampai matahari terbit ditambah sholat dhuha. Darr!! “pas adzan ni, ke mesjid gaya?” pikir saya. “mm..dingin, besok aja deh” (djar2, sampae mau kiamat namanya subuh pasti dingin..). awalnya saya urung ke mesjid. Nah pas adzan selesai, bukunya bilang, halaman 46, “Jangan banyak Tanya!!. Jangan banyak pikir!! Lakukan segera!!!” Duaar…!! Buset dah, berasa dibentak gw.. langsung saya saut sarung dan kunci Paryono (nama vario pink kita) ngeeeengg…ke masjid terdekat. Saat sujud pertama saya mau mewek, ini subuh pertama saya di masjid, sejak subuh terakhir saya di Insan Cendekia. Tiba2 kangen IC boo. Pas baca Quran, makin mau mewek lagi, “Ya Allah, ini ngaji Quran pertama saya sejak ramadhan lalu”. (biasanya paling banter saya dengernya mp3). Mungkin denger hati saya bilang gitu, Allah bilang, “nah, nyadar kan lo, kenapa laptop lo Gw bkin menyublim..??!!” saya berdoa banyak sekali, minta ampun banyak sekali pagi itu. Oiya, sebelum baca Quran saya nemu buku tetnag menulis dari Fauzil Adhim, yang orang Jogja tau peminat menulis pasi tau ya siapa dia. Di dalemnya ada kisah-kisah motivasional dari jony Ariadinata, sastrawan yang awalnya hanya tukang becak, Salim A FZillah, penulis buku best seller yang booming di awal 2003 an, Nikmatnya Pacaran, setelah Pernikaha”. Kemudian juga tentang Habiburrahman El Shirazy, penulis novel best seller Ayat-ayat Cinta. Mungkin tokoh-tokoh ini bukan siapa2 bagi pembaca, tapi kebetulan bagisaya, mereka bertiga pernaha saya temui saat SMA, dan menjadi inspirator saya dalam menulis. Saya nulis blog jua karena ingin jadi penulis, hehehe.

Di perjalanan pulang saya mersakan kesejukan luar biasa, hati dan physically. memori2 indah subuhan di IC, hawa dingin khas subuh di jogja; jadi teringat ketika kami masih SD (kakak) dan balita (saya) turun dari bis (dititipin supir bis Mulyo Indah Bogor-Jogja) dan dijemput mbah kakung di dekat Tugu Jogja. Ah indahnya masa-masa liburan di Jogja kala itu. Entah kenapa saya dapat feeling hari ini bakal banyak rejeki!!

Sampai rumah saya bikin email lamaran dg attachment needed file ke asisten salah satu manager WHO, dibantu ngetik sama kaka saya. Tidak lupa saya ngimel kekasih saya tentatng somehow suasana yang menyenangkan usai subuh di masjid tadi dan positivism saya pagi itu. Harapannya bisa saling menularkan semnagta dan didoakna. Karena semakin banyak yang tahu mimipi dan usaha kita, semkain banyak doa yang terbang ke alngit bersama impian kita. Dan semakin dekat seseorang dengan kita semkain kuat pula mesin jet doanya bekerja. Dan pasti ga lupa BB minta doa mama.

Siangan dikit sampai di kampus saya dapat cobaan nila 4.1 ga keluar, slidik punya slidik ternyata praktikum farmako saya yg sudah puas salah klik sehingga tercantum TIDAK PUAS. Hedeuh.. dari 193 mahasiswa ko ya saya yang apes.. tapi saya coba sabar. Cek punya cek nlai 3.5 yang D, ternyata tetep ga naik meski sudah prosus, tetep D! ya Allah, dunio ambo runtuah suda..

Tiba2 fisik saya merespon pikiran saya, muncullah gejala2 psikosomatis, herartbeat meningkat, ga bisa konsen, jari berkeringat, dan yang menyakitkan, maag kronis saya kambuh sakit banget dengan distensi abdomen yang kuat sekali. Jam 2 pun saya pulang, Cuma pingin ngeteh lalu rebahan.. Tapi sebelum pulang saya dapat email dari dr.R SpKJ, bahwa dia akan stay in touch saya dengan informasi SPH di Taiwan.. Alhamdulillah..

Tiba di rumah, saya teringat si 7 Keajaiban Rizki, tiba2 teringat semua insight motivasi yang intinya saya kan berjuang samapai titik darah penghabisan.

Langsung saya ambil laptop lawas ketik email kepada salah satu professor yang menyelenggarakan remidi. Intinya saya berharap penugasan yang beliau berikan dapat saya capai nilai maksimalnya. Tentu saya sebelumnya perkenalan panjang lebar, menceritakan kondisi, IPK saya yang saat itu miris, 2.96 dan hanya nilai dari remidinya perbahan dari B ke A yang membuat itu bisa berubah jadi 3.00, sampai bisdang yang saya minati, motivasi kuliah, motivasi s2, hingga mimpi magang di WHO dan selengkap2nya u membuat beliau mengerti yang saya rasakan.

Di luar dugaan, hanya sekitar 5 menit, dan ternyata beliau saat itu memang sudah pegang nilai saya dan kawan2 peserta remidi, sebuah email masuk di si putih mungil ini .

Hallo Fadjar.

Remedi anda dapat A. Selamat. Disamping itu kalau mau jadi asisten penelitian di proyek dengan Umeo University bersama saya dan bu S dipersilahkan.

 

Salam

L”

 

Saya copy langsung tanpa perubahan, kecuali pada nama

Huuuuooooooo….!!! Teriak, lalu sujud syukur dan mengabari mama dan kekasih yang saya lakukan langsung saat itu. Subhanallah, Alhamdulillah, saya benar2 merasakan ekspresi indah yang ga bisa saya jelasin lagi, seperti dunia runtuh yang kembali, bahkan lebih Indah. Saya minta 1, nilai A. Allah kasih 2, plus penelitian dengan Umeo. Sementara Umeo ini di Swedia, berdekatan dengan Finland. Meski penelitiannya di Indonesia, saya yakin ini bisa jadi “tiket” suatu hari untuk ke Swedia. Tiba2 mimipi untuk mengunjungi Finland terangkai kembali. Kenapa Finland? Foto-foto bapak tahun 1994, kala menemani pak menteri melkukan kunjungan, di atas tumpukan salju di Finland lah yang membentuk konsep “Harus Bisa ke Luar Negeri Seperti Bapak!” dan akhirnya menjadikan saya seorang Fadjar yang penuh mimpi seperti ini.

Beuh Alhamdulillah ya Allah, meski blackberry yang saya pegang ini cicilan dan baru lunas maret ini (ya Allah, baru inget, ini bulan cicilan terakhir, serius lo, ingetnya ini masi 2010) dan merupakan BB kasta terendah tapi bisa memberi banyak manfaat. Hari ini saya mahasiswa yang IP-nya jongkok, dan langganan remedy bisa berkontak ria dengan kabar2 manis dari dosen akademik, dokter spesialis, hingga professor public health. Eh sumpah demi seluruh CEO produsen hp di dunia, saya tidak dibayar oleh RIM untuk cerita bagian ini. Saya sendiri dulu tergabung dalam Forkomabry (Forum Komunikasi Anti Blackberry).

Tidak hanya sampai disitu, seorang dokter spesialis yang kami kagumi pun sore-sore menelpon saya, “giman mas, sudah baik IP nya?” kebetulan beliau tahu kondisi saya, dan meski hanya telepon, tapi sungguh luar biasa perhatian beliau pada kami bahkan sempet2nya nelpon saya. Padahal “aturannya” spesialis sulit ditelpon, dan “ga mungkin” yang telpon duluan. Selanjutnya saya minta doa beliau, dan juga mendoaan beliau. Terimakasih atas bimbingan akademik dan upaya Bapak memperjuangkan nilai kami yang nyaris dinodai tim asusement, eh assesment.

Malam harinya saya menerima sms dari dr. T, MMedEdu, bahwa dengan senang hati beliau memepersilakan kami mengikuti kunjungan International Deans Conference. Saya pun mengajak teman2 dekat yang minat dengan “urusan keluarnegerian” untuk bergabung. Alhamdulillah, rejeki baru lagi. Kala saya hitung, lunas sudah laptop saya yang hilang. Seolah Allah meng-comment langsung status doa-doa saya subuh tadi berkali lipat.

 

dr. Tuan, Viet Nam Ajaibnya, keesokan harinya ketika menyambut Dekan-dekan di ASEAN, dalam acara yang salah satu panitianya kebetulan kakak saya juga, terdapat seorang dekan yang satu-satunya berasal dari kedokteran. Dia adalah dr. Tuan Trom , dari Ho Chi Minh City. Awalnya kakak saya yang ngenalin dr. Tuan ke saya, lalu kami bertukar kartu nama. Tapi setelah berbincang beberapa saat dengan dr. Tuan, kami berdua tertawa sejadi-jadinya, karna baru terungkap, sebetulnya kami pernah berjumpa 3 bulan lalu juga saat ia studi banding d FK UGM!! Jadi sesungguhnya kami pernah bertemu!! Juga bertemu di Jogja Plaza saat ia menginap di sana dan saya numpang..numpang..nge-gym hehe. Agak berat negtiknya, sama kayak berat badannya. (sorry ya nyela diri sendiri dulu, udah sering dicela ama orang soal bodi soalnya..ga mempan lagi).

Malam hari (Rabu) saya bisa tidur dengan nyenyak dan menutup mata dengan, “Ya Allah, sungguh tak terkira nikmatnikmat yang kauberikan”. Tapi denger doa saya ini sepertinya Dia belum mau berhenti menurunkan nikmatNya pada saya, tengah malam tiba2 si putih mungil bergetar membangunkan saya dan ketika saya buka muncul di layar..

Dear  Fadjar,

Thank you for your message and interest in internships at WHO. I suggest we set up a conference call to discuss internship opportunities. Please kindly let me know your availability next week and we can set up a teleconference.

I look forward to our discussion.

Best regards,

Allahu Akbar!!!!! A step making my dream come true.. doakan ya semuanya semoga lancer teleconference nya dan berkenan meminang saya jadi intern disana.. J

Kamis pagi kala menanti acara International Deans Course, akhirnya IPK saya muncul dengan nilai 3.01.. subhanallah, bagi pembaca mungkin ini kecil, bagi saya walau ga gede, tapi manis.. ada koma 01 nya, seolah Allah menunjukkan. “Tuh, doa lu Gw kabulin, di atas 3 kan??” hehehe.

Mungkin pembaca masih ada yang ingat denga posting saya terbaru sebelum ini, kalau sudah akan nyambung dengan yang berikut ini. Hmm.. belum habis juga nikmat dari Nya. Selang beberapa menit si putih mungil geter lagi isinya dari Mba Michelle Ayu Chintya Kristy..

Dear all,

Pagi ini saya sudah menemui Kepala Humas UGM dan beliau mengatakan puas dengan hasil tulisan kita :-)
Buku kita akan dicetak sejumlah 17.000 buku untuk diberikan kepada seluruh Mahasiswa Angkatan 2011.

 

AllahuAkbar!!! Impian saya menjadi penulis “terkabul”!!! hanya karena solat subuh di masjid!! Voila!!!

Saya pun dengan bercanda membalas email Michelle..

“Selamat yaa..
Langsung best seller, tembus 10.000 dalam sehari!!! Hehehehe..

Mengalahkan rekor yg dipegang oleh buku Marketing Revolution nya Tung Desem Waringin dan Harry Potter di Indonesia!!”

Ya sampai saat ini buku best seller di Indonesia tercepat diraih oleh Pak Tung kemudian disusul JK Rowling.

Demikianlah, hadirin sidang pembaca sekalian, inilah curahan apa yang saya alami dua hari ini, semoga ada yang bermanfaat meski pasti ada khilaf, ada yang menghibur meski yakin 100% ada yang jayus, ada yang mengsinpirasi tapi mungkin ada yang njelehi. Apapun itu, saya serahkan kepada pembaca, saya hanya  mendoakan semoga tidak ada yang pembaca dapat kecuali sebesar2nya manfaat .

Oia, sekarang ni lagi jaman-jamanya orang banyak membagi pengalaman lewat blog maupun status. Jadi kalau ada orang cerita tentang pengalaman baik, keberhasilan, dan sejenisnya, jangan main stempel dia sombong dulu ya.. tapi anggaplah sebuah ekspresi manusiawi dari sebuah kesenangan (bahkan mungkin rasa syukur karena ingin berbagi kebahagiaan) atau sesungguhnya dia sedang minta didoakan. Cuma mau ngomong, “eh tolong doain gw gini gini ya..” tapi lidahnya ga nyampe. Kalaupun dia berniat sombong kita bisa pikir, “anjrit..blagu amat lu, gw jg bisa kali..!” hahaha. nah pokoknya cari cara agar efeknya tetep positif buat kita. Bukannya malah nyumpah2 trus jelek2in ke orang lain. Rugi gila, orang lain yang berhasil, kite yang nelen dosa ghibah .

Berkait dengan pengalaman subuh di atas. Saya yakin ini baru sepersekian rizki saya yang Allah turunkan, seolah Ia bermaksud menunjukkan,”tuh, lo subuhan di mesjid aja Gw kasi sebanyak itu rejeki lo, makanya yang rajin!”. Ya, inshaAllah mulai saat ini saya ingin menertibkan diri untuk subuhan di masjid. Ibarat fesbukan, tadi pagi baru pasang status doa, siang malem langsung di comment sama Allah. Mungkin kalo makin rajin subuhan ke mesjid, ibarat makin sering wall-wall doa dari hati gitu. Ntar makin lama, makin sering dapet notifikasi rezeki dari Dia.. hehehe..

Pokoknya kalo temen-temen ga suka kata-kata saya di atas, gapapa.. tapi niget saja yang beriku t ini.. (koq maksa Djar?? hehehe) yang diambil dari status2 fb saya..

DOA, dlm bahasa arab (addu'a) artinya meminta. Sementara dlm "bahasa akronim"/kirata basa (karangan sy) D.O.A berarti "Dikabulkan Oleh Allah"..
See??!!! As simple as the way it is..
*"ud'uunii astajiblakum = mintalah padaKu, maka kan Kuberi = nyuwuno marang Aku, nyoh Ta'kei"
Rejeki datang dari MANA saja.. Nah, makin banyak KEMANA-MANA makin banyak rejekinya..!!!
*makanya sy suka jalan2..hahahha cah edhian!!
..terlalu sering manusia mengklaim keterbatasan yang dimilikinya..kita lupa kalo sejak bisa mikir dan bicara kita punya senjata anti-keterbatasan yang tiada duanya.. D.O.A!!!
*kesambet opo kowe dJar..

Intinya.. orang atheis yang ga percaya Tuhan saja bisa sukses, karena mereka percaya L.O.A = law of attraction, apalagi kita yang mengimani Tuhan.. kita punya D.O.A yang artinya Dikabulkan Oleh Allah . dan kita juga boleh percaya dengan LOA. dobel donk senjata kita untuk hidup di dunia..!!!

Ingat kata sebuah lagu motivasi.. "There will be miracle.. when you believe..!!!"

Believe! PERCAYA!!! Percaya pada alam semesta, yakin pada Tuhan, dan percaya diri!! (kalo sama diri sendiri ga percaya, gimana orang lain mau percaya ama kita.. wkwkwk yang ngga2 aja.. hehehe)

Oia, bukan maksud apa-apa kalau saya menceritakan beberapa hal pribadi termasuk impian saya disini, hanya mengikuti ajaran guru motivasi saya, Pak Tung (Desem Waringin), salah satu cara mencapai tujuan baik Anda adalah dengan menDEKLARASI kannya pada orang. Dengan begitu Anda akan terikat, dan berusaha semaksimal mungkin mewujudkannya. Itu kata Pak Tung, Kalo kata saya, syukur ada yang mendoakannya, mendukungnya, mungkin malah mengikuti atau mengajak bersama-sama.. Amin

Wallahu a’lam. Hanya Dia Yang Maha Tahu segalanya.

NB : Tulisan ini nampak berwarna-warni tak lepas dari

1. Zulrahman Erlangga , mahasiswa paling berprestasi di FK UGM 2007. Berdiskusi dengannyalah hingga pukul 2.30 di Dunkin tentang blog yang paling mewarnai tekad saya untuk bisa konsisten dalam penulisan blog ini. Dia yang memicu keedanan saya mengunjungi eropa 3 kali dalam empat bulan. Dia yang selalu menjadi rekan diskusi karir dan masa depan dunia kesehatan.

2. Michellle Ayu CK, senior seligus kakak sekaligus sahabat kami. Dialah MAPRES (Mahasiswa Berprestasi) UGM dan Nasional. Mahasiswi FH UGM, returnee AFS Belgie yang mengukir berbagai prestasi tingkat internasional dan peneliti kebijakan WTO (wuih ngeri lah, ga nyampe otak saya ini). Dialah yang mengajak penulis berkontribusi dalam buku yang dia koordinir penulisannya .

3. Mutiara Indriani, kekasih hati penulis yang selalu menenangkan dan menyenangkan hati penulis di berbagai keadaan :D Yang rela nelpon di waktu2 spontan kala dibutuhkan, menghibur, seolah tahu tanpa saya sampaikan, bahkan sampe ditegur bos nya, Pak Deputi Secretary General ASEAN. Sabar yaa, jarak melatih kita menghargai kebersamaan..

 

Fri, 11 Mar 2011 @06:56
Tags: manfaat subuh dokter spiritual mewujudkan mimpi positivisme


7 Komentar
image

Fri, 11 Mar 2011 @07:27

greta

Keren abis deh.... beneran kata kak muti kemaren, ky na fadjar ni anak ajaib hehehe.. Sukses terus ya Jar ^^b

image

Fri, 11 Mar 2011 @07:41

yaya

WOW,, subhanallah yah Djar... Gue juga selalu percaya Allah gak pernah ngebiarin satu usaha jadi hal yang sia2. Apa yang lo selalu tunjukin ke gue somehow ngebuat gue percaya klo gue yang cetek dgn kemampuan pas2an ini bisa ngebuat semua mimpi gue nyata.

image

Fri, 11 Mar 2011 @09:45

raras

fajaaaar keren banget yaampuuuunnn, sukses terus ya jaaar :)

image

Sat, 12 Mar 2011 @07:38

rahmanda bayu

My Bro..
sejujurnya anda menjadi salah satu inspirasi bagi perjalanan hidup saya ini, bukan dari segi jalan2nya (hehe) tapi dari segi bagaimana anda memandang hidup (khususnya dalam berbisnis hoho). Sukses bersama yo Djar!! saling support dan mendoakan :D

image

Sat, 12 Mar 2011 @21:31

nadia ulfah f

subhanallah.. bc tulisnmu mngingtkn rahman-rahimny Allah.trus nulis ya jo..hehe.seandainy makin bnyk org yg ingat Allah stlh bc tulisan2mu,bhkan smp mau ngikut jd solat ke msjid,insyAllah pahala org2 yg mngikuti dmasukkin jg ke rkening pahalamu.. :)

image

Sun, 13 Mar 2011 @07:51

nindya aryanty

subhanallah..
saya belajar banyak dari membaca tulisanmu dek..
trims..
teruslah menulis; berbagi nasehat dan pengalaman..
sukses selalu buat dek fajar..

image

Mon, 25 Apr 2011 @06:08

Rosalinda

AFAIC that's the best aneswr so far!


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 2+8+1

Copyright © 2018 Mochammad Fadjar Wibowo · All Rights Reserved Proudly Powered by DBS Webmatic