Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Our Wedding
image

Mutiara & Fadjar


With all of families, relatives and friend prayers and blessings may God also put blessing on both of them to pursue their dream together and live happily ever after..
Kategori Artikel
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

BISNIS FRANCHISE PULSA TERDAHSYAT

AYO Berkebun EMAS!!!
Chat with Me?!
Visitor Flags
Contact

Phone:

+62 857 4342 4433 

e-mail & Facebook:

fadjar.wibowo@yahoo.com

mailing address:

Jl. Menur 12 Baciro Yogyakarta 55225, Indonesia

Visitor

Location of Visitors

Merapi Bencana dan Anugerah: Master of the Disaster

Merapi adalah gunung vulkanik teraktiv di dunia. Merapi dalam siklus 10 tahunannya hingaa saat ini dan baru saja mengalami erupsi. Setiap erupsi yang terjadi dari satu siklus ke siklus yang lain tidak hentinya memakan korban. Meski banyak yang menyalahkan, namun jatuhnya korban bukanlah murni kesalahan pemerintah semata. Keyakinan penduduk akan tanah kelahiran membuat mereka memilih untuk tetap bertahan hingga erupsi terjadi. Seperti fenomena Mbah Maridjan. Tetapi bukan hal ini yang ingin penulis bahas kali ini. Sebagai warga Jogja berdarah Jawa tulen, yang memiliki bakat “simbolistik” penulis ingin sedikit mengungkap “kearifan local” Merapi yang dapat merubah .

Tulisan ini terinspirasi oleh pernyataan Rektor UGM Prof. Sudjarwadi ketika penulis bersama 9 mahasiswa penulis buku “Kisah Inspiratif Mahasiswa UGM” lain berdiskusi dengan beliau di ruangannya pada suatu kesempatan. Di sana beliau mengungkapkan telah lahir sebuah wacana untuk menjadikan kota Yogyakarta sebagai salah satu kota pusat Budaya dan Pendidikan di dunia. Yang menarik adalah Merapi menjadi salah satu ikonnya.

Merapi sebagai salah satu gunung tertua dan merupakan teraktif di dunia dapat dijadikan simbol sebagai pelopor. Merapi dengan segala potensinya dapat dijadikan sebagai salah satu titik tolak pengembangan Yogyakarta sebagi kota budaya dan pendidikan dunia. Sejarah dan aktivitas terkini merapi dapat dijadikan subyek beraneke ragam penelitian.

Mulai dari penelitian keanekaragaman hayati, pengembangan produk pangan, antropologi dan sosiologi, kesehatan masyarakat, ekonomi mikro, teknik geologi, geodesi dan sebagainya. Penelitian-penelitian tersebut dapat dilaksanakan secara partial maupun komprehensif.

Judul tulisan penulis di atas, dari bencana menjadi anugerah penulis kaitkan dengan pengalaman panjang merapi dengan berbagai aktivitas vulkanik yang terjadi. Sebagai kumpulan populasi yang sudah seringkali mengalamai pengalaman berulang yang relative sama, sebagai institusi akademik sudah sepatutnya UGM memiliki berbagai referensi dalam penelitian terkait vulkanologi.

Selain institusi akademik, UGM, Jogja memiliki berbagai organisasi yang terlibat aktif menangani gempa. Mulai dari Satkorlak, Badan Penanggulangan Bencana, Palang Merah Indonesia, dan berbagai LSM yang aktif menangani penanggulangan bencana. Fakta ini menunjukkan bahwa   sesungguhnya kota Jogja memiliki potensi yang besar dalam menghadapi bencana, terutama sejenis bencana vulkanik, maupun gempa tektonik, mengingat kemunculannya yang sudah terjadi belakangan ini.

Potensi ini dapat diasah oleh pemerintah daerah dengan cara mendirikan Akademi penanggulangan bencana. Mengingat banyaknya stakeholder yang dapat bersinergi mewujudkan potesi ini, penulis berpendapat ide ini merupakan suatu gagasan yang dapat diwujudkan.

Sebagai factor penguat, kita dapat bercermin dari negara Jepang yang sukses belajar dari pengalaman bencana nya, gempa, sehingga mampu mengedukasi seluruh warganya dalam menghadapi gempa sehingga dapat meminimalisasi jumlah korban.

Akademi Penanggulangan Bencana, ditujukan untuk mendidik para ahli dan praktisi dari berbagai bidang ilmu untuk dapat menyusun strategi penanggulangan bencana di seluruh Indonesia dengan erupsi vulkanik dan gempa tektonik sebagai pelopor idenya karena ini merupakan yang paling banyak dialami di Indonesia.

Penyelenggaraan badan pendidikan ini dapat menjalin kerja sama dengan institusi internasional yang memiliki kapasitas dalam memberikan pendidikan dan materi pelatihan. Ide ini mungkin terdengar tidak populis, tapi penulis yakin apa yang penulis ajukan merupakan ide yang aplikatif dan dapat diwujudkan. Kelak Jogaj sebagai kota pendidikan akan menjadi salah satu pusat informasi dan studi tentag bencana alam oleh berbagai negara di duia. Dan meningkatkan added value dari daerah Yogyakarta sendiri. Inilah yang penulis sebut dengan mengubah bencana menjadi anugrah dengan menguasai ilmu penanggulangan bencana.

 

Sumber: kuliah block 4.2 angkatan 2007 FK UGM

Sat, 19 Feb 2011 @13:22


1 Komentar
image

Mon, 25 Apr 2011 @04:02

Kenelm

At last, smoeone comes up with the "right" answer!


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 3+7+9

Copyright © 2018 Mochammad Fadjar Wibowo · All Rights Reserved Proudly Powered by DBS Webmatic