Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Our Wedding
image

Mutiara & Fadjar


With all of families, relatives and friend prayers and blessings may God also put blessing on both of them to pursue their dream together and live happily ever after..
Kategori Artikel
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

BISNIS FRANCHISE PULSA TERDAHSYAT

AYO Berkebun EMAS!!!
Chat with Me?!
Visitor Flags
Contact

Phone:

+62 857 4342 4433 

e-mail & Facebook:

fadjar.wibowo@yahoo.com

mailing address:

Jl. Menur 12 Baciro Yogyakarta 55225, Indonesia

Visitor

Location of Visitors

Mencari Nikmat Menghindari Sengsara

>   Intrumentaliy theory: Person will be motivated to work if monetary rewards and penalties are tied directly to the performance

>     Needs theory: It assumes that all behaviors are motivated by unsatisfied needs that creates disequilibrium

>     Expectancy theory: Motivation is likely only when a clearly perceived relationship exist between performance and outcome, and satisfies the need

>     Equity theory: Motivation will be enhanced if people think they are being treated fairly

>     Self-efficacy theory: People are more likely to be motivated to do a better job if they believe they are able to do so

>     Role Model Theory: Motivation is enhanced by high-performing role model

Di atas adalah beberapa teori dasar motivasi yang penulis dapat dari kuliah “teori motivasi dasar” dan “human resources management in health and medical doctor career” yang dibawakan oleh dosen penulis yang super dan luar biasa, dr. Andreasta Meliala, MARS.

Pada tulisan ini, penulis ingin mengajak pembaca untuk berpikir pragmatis melihat apa sesungguhnya prinsip utama di balik teori teori motivasi tersebut. Silakan pembaca mengulang membaca teori-teori tersebut dan setuju atau tidak, penulis tidak akan menunggu pembaca menyimpulkan silakan di-share di kolom komentar. Penulis ingin memperkenalkan ulang sebuah konsep dari “ilmu” yang pernah penulis dapatkan. Perhatikan yang akan penulis sampaikan, prinsip utama  dari semua teori di atas adalah..

MENCARI NIKMAT, MENGHINDARI SENGSARA..

Silakan pembaca renungkan setuju atau tidak. Prinsip yang penulisa sampaikan memiliki benang merah terhadap semua teori di atas. Intinya adalah, orang akan termotivasi jika memiliki alasan. Motivasi besar, berarti ada alasan yang kuat. Alasan dibangun dari “Jika saya bergerak saya akan mendapatkan sesuatau, atau jika saya tidak bergerak, saya tidak akan mendapatkan sesuatu, atau mendapat kerugian”. “Sesuatu” di sini bisa berarti uang, ekspektasi, kebutuhan, pujian, penghargaan, anything. Contoh praktis missal, “Jika saya bekerja saya dapat uang dan keluarga bahgia, jika tidak keluarga saya akan hidup menderita.”

Ilmu “Mencari nikmat, menghindari sengsara” ini penulis dapat dari guru motivasi pebnulis yaitu Bapak Tung Desem Waringin. Ilmu yang sangat sederhana namu berpotensi luar biasa.dan applicable untuk semua jenis profesi. Tidak hanya dalam profesi kesehatan. Tetapi sebagai anggota keluarga besar tenaga kesehatan, mahasiswa kedokteran, penulis berharap tulisan ini dapat menginspirasi dan memotivasi pembaca untuk menerapkannya dalam kehidupan organisasi atau manajerial sehari-hari.

Dalam dunia pelayanan kesehatan kita sudah mafhum betul adanya perbedaan kualitas pelayanan yang dramatis antara pelayanan kesehatan negri dan swasta. Secara umum kita akan sepakat bahwa swasta lebih baik. Salah satunya karena diterpakannya prinsip mencari nikmat menghindari sengara. Dalam organisasi pelayanan keshatan swasta diterapkan kebijakan system bonus, award, bahkan mungkin penalty yang tegas, arena RS swasta harus berlomba-lomba memberikan fasilitas yang terbaik dengan sesamanya. Hal ini karena mereka harus merebut hati pasien yang menjadi calon pelanggan mereka tanpa pelayanan yang memuaskan mustahil bagi pelayanan kesehatan (RS) swasta dapat mncapai target organisasinya, kalau tidak mau menyebutnya sebagai target bisnisnya.

Beda halnya dengan rumah sakit plat merah, mereka seolah tidak perlu menerapkan system reward and punishment karena bagaimanapun juga mereka tidak akan “mencari” pasien tapi selalu dibanjiri. Karena hanya ke RS pemerintah lah mayoitas pasien yang berasal dari keluarg tidak mampu dapat berobat. Ini mejadi lingkaran setan bagi upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Bagi penulis, tidak perlulah, kelak ketika kita para mahasiswa kedokteran dan tenaga kesehatan lain terlalu berpusing ria dengan berbagai teori motivasi untuk menggerakkan SDM mencapai goal organisasi kita, tetapi cukup menonjolkan prinsip utama tadi. Sebagai contoh praktis, kepada para tenaga keehatan dapat melakukan self-suggestion untuk memunculkan prinsip utama tadi. Misalpun kita tidak mendapat award dan punishment yang menggerakkan, kita bisa membuatnya sendir. Missal, kita tanamkan dalam pikiran kita, “jika saya melayani dengan baik,  Tuhan akan memberikan kesembuhan ketika anak saya sakit, tetapi jika saya tidak melayani pasien dengan baik Tuhan akan membalas saya dengan “membiarkan” anggota keluarga saya ketika mereka sakit kelak.

Kita sudah lama menjadi korban para pendesain dengan teori-teori canggih dan berusaha memahami tanpa pernah mengetahui “jane opo to sing takkarepke”. Cukup dengan tahu konsep “Mencari nikmat dan menghindari sengsara” tentukan apa prasyarat anda untuk merasakan nikmat dan apa yang harus anda lakukan untuk menghindari sengsara, insyaAllah segala goal dan impian Anda akan tercapai. ITU!!

 

Sumber: kuliah block 4.2 angkatan 2007 FK UGM

Sat, 19 Feb 2011 @13:16


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+6+4

Copyright © 2018 Mochammad Fadjar Wibowo · All Rights Reserved Proudly Powered by DBS Webmatic