Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Our Wedding
image

Mutiara & Fadjar


With all of families, relatives and friend prayers and blessings may God also put blessing on both of them to pursue their dream together and live happily ever after..
Kategori Artikel
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

BISNIS FRANCHISE PULSA TERDAHSYAT

AYO Berkebun EMAS!!!
Chat with Me?!
Visitor Flags
Contact

Phone:

+62 857 4342 4433 

e-mail & Facebook:

fadjar.wibowo@yahoo.com

mailing address:

Jl. Menur 12 Baciro Yogyakarta 55225, Indonesia

Visitor

Location of Visitors

Community-Based Education, Solusi Kesehatan Masyarakat

Kesmas stands for Kesehatan Masyarakat. Kesehatan masyarakat adalah subilmu kedokteran yang mengkaji tentang upaya-upaya pengembangan kualitas kesehatan di masyarakat. Upaya-upaya tersebut dititiberatkan pada upaya promosi dan prevensi. Sebagai penanggung jawab utam kualitas kesehtan warga negaranya pemerintah melalui departemen kesehatan dan instansi-nstansi di bawahnya berusaha untuk melakuka upaya-upaya preventif dan promotif tersebut, selain menyelenggarakan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai upaya kuratif.

Dalam tulisan ini penulis ingin berbagi salah satu fenomena yang menarik dalam upaya program kesehatan masyarakat ynag diselenggarakan pemerintah selama ini. Terutama, efektivitas kebijakan pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang sehat dengan optimal. Dari pengalaman penulis di lapangan kebijakan mengenai penanganan kesehatan diambil secara top-down policy dimana kebijakan berasal dari pusat diterapkan ke institusidi bawahnya lalu kepada masyarakat. Kebijakan ini umumnya terkait dengan unsure proyek, pendanaan, dan kebijakan lainnya yang saling berkaitan. Dengan kata lain, sering kali kebijakan yang diambil tidak tepat sasaran untuk masyarakat.

Meski begitu tidak semua kebijakan diambil secara top-down . Ada pula kebijakan yang diambil dengan proses awal dari masukan dari bawah, terutama dalam penanganan KLB. Urutan prosedur penyusunan kebijakan dapat dimulai dari laporan masyarakat atau melalui serveilence yang dilakukan oleh Puskesmas. Laporan ini selanjutnya secara hirarkis dilanjutkan kedinas kesehatan kota lalu provinsi kemudian departemen kesehatan. Dari sinilah kemudian kebijakan dibuat. Proses ini tentu menghasilkan respon yang terlalu lama dalam menjawab permasalahan kesehatan di masyarakat.

Pengalaman penulis dalam mengikuti kegiatan pembelajaran ketrampilan komunikasi memberikan insight baru bagi penulis dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Keterbatasn pemerintah dalam mengambil kebijakan yang efektif, efisien dan responsive dapat direduksi dengan memanfaatkan mahasiswa profesi kesehatan (kedokteran, keperawatan, kebidanan, gizi) untuk berpartisipasi di masyarakat.

Selama ini partisipasi mahasiswa di masyarakat slalu dikaitkan dengan program-program konvensional yang telah ada sebut saja KKN. Program KKN yang memiliki banyak manfaat ini, tergantung pada pelaksananya, memiliki keterbatasan dalam segi sustainibilitas dan kontinuitas karena keberadaan mahasiswa yang hanya dua bulan.

Belakangan, dunia pendidikan kedokteran terus mengembangkan pendidikan kedokteran yang berbasis komunitas (community-based education) . Program yang ditujukan untuk memaparkan mahasiswa dengan setting komunitas lebih dini ini ternyata juga memberi efek positif bagi masyarakat (Wibowo, 2011). hal ini salah satunya dapat terjadi karena masyarakat mendapat kesempatan berinteraksi, melakukan komunikasi dua arah dengan mahasiswa kedokteran. Pada tahapan tertentu interaksi ii menghasilkan proses edukasi dan konselling. Kehadiran mahasiswa yang dibekali ketrampilan 5A, ask, asses, advisce, assist, arrange follow up merupakan keuntungan tersendiri bagi masyarakat. Karena dengan demikian mahasiswa dapat membantu pemerintah dengan mengangkat permasalahan kesehatan yang belum terungkap dan tercover oleh kebijakan pemerintah. Dalam  praktiknya mahasiswa bekerjasama dengan fakultas dan organisasi yang memiliki relasi baik dengan masyarakat untuk melakukan tahapan 5A tersebut. Identifikasi maslaah yang dilakukan bersama warga akan mengarahkan proses penanganan yang efektif dan efisien pula.

Meski dilakukan dalam skala mikro, lingkup kelurahan misalnya. Gagasan ini dapat memiliki impak yang besar jika semua institusi pendidikan kesehatan yang ada di Indonesia aktif melibatkan atau menerjunkan mahasiswanya. Dengan begitu akan semakin banyak populasi yang terjangkau oleh kegiatan sejenis. Dengan demikian, berlangsungnya program ini dapat menjadi salah satu solusi dari dan untuk masyarakat dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia.

 

Sumber: kuliah block 4.2 angkatan 2007 FK UGM

Sat, 19 Feb 2011 @13:07


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+6+6

Copyright © 2018 Mochammad Fadjar Wibowo · All Rights Reserved Proudly Powered by DBS Webmatic