Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Our Wedding
image

Mutiara & Fadjar


With all of families, relatives and friend prayers and blessings may God also put blessing on both of them to pursue their dream together and live happily ever after..
Kategori Artikel
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

BISNIS FRANCHISE PULSA TERDAHSYAT

AYO Berkebun EMAS!!!
Chat with Me?!
Visitor Flags
Contact

Phone:

+62 857 4342 4433 

e-mail & Facebook:

fadjar.wibowo@yahoo.com

mailing address:

Jl. Menur 12 Baciro Yogyakarta 55225, Indonesia

Visitor

Location of Visitors

Indonesia dalam Belantara Kesehatan Dunia

Membahas kesehatan dunia, akan meliputi aspek dan topik yang maha luas. Dalam kesempatan ini penulis ingin mengajak pembaca kepada salah satu isu yang menarik utnuk dibicarakan di ruang public tetapi kurang kemunculannya dalam media, sehingga seringkali mudah terlupa dan akibatnya tidak ada tindak lanjut nyata dari pemerintah akan fenomena ini. Yaitu fenomena ribuan pasien Indonesia yang berobat ke negara lain.

Pemilihan kata dunia mungkin sedikit berlebihan, karena pada kesempatan ini penulis hanya memfokuskan pembahasan pada berbondongnya ribuan pasien Indonesia ke Singapura. Tercatat setiap tahunnya WNI yang berobat di Singapura berjumlah 15.000 sampai 20.000 pasien. Rata-rata setiap pasien menghabiskan dana hingga 1,1 miliar rupiah. Mari kita bahas fakta di atas.

Jumlah 15.000 – 20.000 adalah hampir 50% dari jumlah pasien asing di Singapura. Memang, sebagai negara maju di ASEAN, Singapura menjadi tujuan utama para pasien dengan kemampuan ekonomi tingkat atas. Dan merupakan hak asasi manusia untuk memilih pengobatan dimana saja sesuai kehendaknya, terlebih para pasien ini mampi membiayai dirinya sendiri. Dari segi keekonomian, ini merupakan kehilangan besar bagi sebuah negara, karena dengan kata lain dari aspek keehatan kita membayar devisa untuk asing begitu besar dan rutin.

So, what? Lalu apa yang dapat pemerintah kita lakukan? Sederhana saja. Mencontek. Ya Mencontek dari negara tetangga kita lainnya Malaysia. Sebelum penulis membahas kenapa, perlu penulis sampaikan bahwa kondisi yang terjadi saat ini dimana banyak WNI lebih memilih fasilitas pelayanan kesehatan di luar negeri faktor utamnya adalah kualitas. Kualitas pelayanan berbanding lusur dengan kualitas pmberi pelayanan dalam hal ini tenaga kesehatan, terutama dokter. Singapura sebagai bekas negara jajahan Inggris memiliki keunggulan kemudahan akses pendidikan ke negara Inggris disbanding Indonesia sehingga mampu mengakselerasi kualitas SDM kesehatannya sejak semula.

Melihat kenyataan ini bukan berarti kita bermimpi untuk dijajah Inggris. Tapi kita dapat meniru apa yang dilakukan pemerintah Malaysia. Yang dalam decade terakhir aktif mengirimkan puluhan ribu mahasiswanya keluar negeri untuk mendapatkan pendidikan kedokteran. Salah satau masalah kesehatan terbesar di Indonesia adalah timpangnya rasio SDM kesehatan dengan jumlah penduduk. Jumlah fakultas kedokteran di Indonesia belum cukup untuk mengakselerasi jumlah dokter yang dibutuhkan, ini kita belum bicara kualitas, baru kuantitas.

Dari innformasi yang penulis dapat, setiap tahun pemerintah Malaysia menyediakan ribuan kursi beasiswa bagi para pelajarnya untuk menuntut ilmu di luar negeri terutama pendidkan kedokteran. Menariknya demi memberikan beasiswa yang sebanyak-banyaknya tersebut mereka mengirimkan pelajar ke berbagai negara, yang bahkan mungkin tidak terlalu familiar dengan kita hingga negeri kita sendiri. Di setiap negara setidaknya Malaysia mengirimkan 100 hingga 500 an pelajarnya. Sebut saja di Ceko, Polandia, irlandia, Australia, India, bahkan Indonesia.

Mungkin secara picik kita bisa berpikir, betapa besarnya dana yang dikeluarkan oleh pemerintah Malaysia untuk gagasan seperti ini. Tetapi perlu dicatat, beasiswa ini akan mengikat mahasiswa untuk kelak menjadi dokter bagi negara di negara asal mereka. Sebuah investasi cerdas bukan bagi bangsa Malaysia sendiri? Betapa besar return of investment yang merka dapatkan kelak, kesehatan bangsa yang berarti penghematan besar, kecerdasan para dokternya yang berarti cikal bakal majunya pendidikan kedokteran mereka kelak, dan tentu jaringan yang kuat dengan negera penyedia pendidikan mereka kelak akan memberikan kemudahan bagi pelajar-pelajar berikutnya atau institusi pendidikan di Malaysia untuk menjalin kerjasama peningkatan kualitas pendidikan kedokteran dan kesehatan secara umum dengan negara-negara diamana mereka pernah belajar. Suatu hal yan tidak bisa dihtiung denga ukuran financial seketika, tetapi investasi besar sebuah bangsa. Bagaimana denganmu Indonesiaku???

NB: Inspirasi tulisan berasal dari materi kuliah blok 4.2 dan pengalaman penulis mengikuti berbagai konferensi dan pertukaran mahasiswa internasional.

 

Sumber: kuliah block 4.2 angkatan 2007 FK UGM

Sat, 19 Feb 2011 @13:00


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+7+9

Copyright © 2018 Mochammad Fadjar Wibowo · All Rights Reserved Proudly Powered by DBS Webmatic