Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Our Wedding
image

Mutiara & Fadjar


With all of families, relatives and friend prayers and blessings may God also put blessing on both of them to pursue their dream together and live happily ever after..
Kategori Artikel
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

BISNIS FRANCHISE PULSA TERDAHSYAT

AYO Berkebun EMAS!!!
Chat with Me?!
Visitor Flags
Contact

Phone:

+62 857 4342 4433 

e-mail & Facebook:

fadjar.wibowo@yahoo.com

mailing address:

Jl. Menur 12 Baciro Yogyakarta 55225, Indonesia

Visitor

Location of Visitors

"Habibi & Ainun": Ekspresi Seorang Pembaca

“Ngapain lo beli novel banyak2 Djar??”

Tanya beberapa teman saya melalui FB dan twitter, juga secara langsung ketika mengetahui saya sudah membeli 4 novel “Habibie&Ainun” dan berencana membeli lebih kalau ada rizki lagi.

“mau bagi-bagi, buat orang terdekat dan anak yatim! Gemes gw liat yang gak yatim buat beli novel aja belagak sok miskin!!!”

Di bayangan saya saat itu wajah teman2 saya yang mampu, atau beberapa ada yang bisa jor-joran keluar duit untuk keperluan lain tapi kurang antusias ketika saya anjurkan untuk beli novel ini.

Selang tiga hari saya bilang begitu, saya dan teman-teman yang berangkat mengikuti European Students’ Conference di Berlin Oktober (3 bulan lalu), mendapat kepastian dana bantuan dari fakultas cair. Dan sungguh lemas saya dibuat, bergetar ingin menangis rasanya, begitu saya tahu dana yang saya terima adalah 9,375 x lipat dari biaya yang saya keluarkan untuk 4 novel tersebut. Allahuakbar..

Saya langsung teringat hadits, yang kutipan lengkapnya berikut ini

Hadits riwayat Ibnu Abbas ra.: Dari Rasulullah saw. tentang apa yang diriwayatkan oleh beliau dari Allah ta`ala bahwa: Allah berfirman: Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan dan kejelekan. Kemudian Beliau (Rasulullah) menerangkan: Siapa saja yang berniat melakukan kebaikan, tetapi tidak jadi mengerjakannya, maka Allah mencatat niat itu sebagai kebaikan yang sempurna di sisi-Nya. Jika dia meniatkan perbuatan baik dan mengerjakannya, maka Allah mencatat di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat hingga kelipatan yang sangat banyak.

Selanjutnya saya tetap antusias menyebarkan keberadaan novel ini, either melalui FB,twitter maupun lisan langsung. Dan sambil berkelakar saya selalu bilang, “kalo lo beli, baca, dang a suka, gw traktir soto paling enak se-Jogja!”

Hari-hari berikutnya wall FB dan twitter saya disambangi komentar2 yang berisi pujian terhadap novel tersebut dan merasa senang sudah saya suggest u baca novel teresbut. 2 kata yang selalu muncul, “aku nangis Djar” atau “gw terinspirasi”.

Saya menulis ini tak lain tak bukan karena perasaan yang begitu menggelegar setelah menyelesaikan novel ini. Dari awal saya berhasil menahan air mata, tapi akhirnya tumpah di bab sebelum terakhir. Juga karena saya bisa sedikit membayangkan dan merasa memiliki sedikit kaitan dengan alur cerita novel ini. inilah beberapa alasan yang membuat Novel ini begtiu berkesan untuk saya.

1.       Pak Habibie adalah pendiri Magnet School di Serpong pada tahun 1996, sekolah ini kemudian diberi nama Insan Cendekia oleh ibu Ainun. Disanalah saya menyelesaikan pendidikan setara SMA saya, ijazah saya Madrasah Aliyah Negeri, hehe. Insan Cendekia disebut dalam halamn 146 di novel ini.

2.       Pak Habibie berpuluh-puluh tahun menjadi warga Krakerbek, Hamburg ,Jerman. Pada 2006 Januari, persis 5 tahun lalu, saya berada di Hamburg untuk mengunjungi hostfamiy kakak saya M Hendro Prabowo, familie Noetzold. Yang 3 tahun sebelumnya menjadi keluarga asuh kakak saya ketika mengikuti program AFS

3.       Pak Habibie dan Bu Ainun diceritakan berkali kali menaiki maskapai Lufthansa untuk perjalanan RI-Jerman PP. termasuk ketika kondisi akut menyerang Bu Ainun. Saat itu, Kepala Kantor Perwakilan Lufthans Jakarta dapat menyediakan 6 kursi dalam beberapa menit bagi Ibu dan Bapak beserta para pendamping ketika semua tiket sudah terjual penuh untuk penerbangan kesokannya. Sang Kanper menjelaskan kondisi Bu Ainun kepada calon penumpang per telpon, dan 6 calon penumpnag bersedia membatalkan perjalanannya yang mana kesemua penumpang tersebut bukan WNI!!! Ajaibnya lagi, saat Bu Ainun kritis, sang pilot pesawat Airbus Lufthansa mempercepat kecepatan pesawat dan menyebabkan peswat mendarat jauh lebih awal dari jadwal, semnetara ambulance dan petugas imgrasi sudah siap di depan pintu pesawat begitu pesawat mendarat.

Secara kebetulan, kakak saya ketika AFS 8 tahun lalu, sempat bekerja magang di bagian maintenance Lufthansa di Hamburg. Pangalaman yg bikin iri juga, apalagi lihat fotonya.. keren lah.. hehe. Jadi sy bisa membayangkan kondisinya. Kebetulan juga pesawat yang membewa tim konferensi Berlin kami, Garuda via Amsterdam juga tipe Airbus.

4.       Di dalam novel disebutkan sejak muda Pak Habibie sudah akif berbahasa Jerman dan Belanda. Kebetulan, dua bahasa asng yang paling bisa saya mengerti selain Inggris. Lucunya beberapa kata masih beliau ketik dalam ejaan belanda dan jerman, meski itu di tengah2 paragraf dan sudah ada EYD-nya.

5.       Sejak 29 November 2006 Dubes RI untuk Belanda adalah adik kandung Pak Habibie, Junus Effendi “Fanny” Habibie. Beliau banyak diceritakan dalam novel ini. Lagi2 secara “kebetulan” saya menemukan hal menarik, 29 November adalah tanggal kelahiran saya. 2006 adalah tahun kepulangan saya dari program AFS di Belanda. Dan Belanda adalah negara di luar Indonesia yang paling lama dan sering saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi. Hal lain, masih ingat kah Pak SBY batal ke Belanda pd oktober 2010 lalu, padahal semua kru wartawan, pembantu presiden dan koper sudah masuk peswat? Pak Fanny Habibie lah yang sejak awal getol melarang Pak SBY berangkat. Dan kebetulan itu hanya 2 hari sebelum kami berangkat ke Amterdam untuk mengikuti konferensi di Berlin tadi. Salah satu isu yang mengganggu Pak SBY adalah isu RMS yang merasa dizalimi pemerintah RI. Padahal yang ada RMS yang membuat onar termasuk pengibaran bendera di Ambon ketika kunjungan SBY. Pengibaran bendera ini sempat kami “balas” engan mengibarkan bendera merah putih di Bandar Schiphol Amsterdam. Hehe..

6.       Juni 2010 adalah awalnya rencana penerbangan perdana Garuda kembali ke Eropa setelah vakum 7 tahun (akibat berbagai krisis,ditengarai politik ekonomi tapi disamarkan dg kasus Munir dan safety). Dimana dalam rangkaian penerbangan perdana itulah saya bersama ibunda, dan kawan2 berangkat ke Belanda utnuk kongres di Groningen dengan 2 tiket GRATIS, Alhamdulillah. Tetapi sesungguhnya status perdana itu sudah gugur sebelum penerbangan perdana Garuda kembali ke eropa yang kami naiki benar2 terbang, karena 24 Mei 2010, Pak SBY memfasilitasi Pak Habibie dan Jenazah Yang Terhormat Ibu Ainun untuk dikebumikan di Kalibata, terbang dijemput Boeing 747 milik Garuda. Dan penerbangan Jakart-Muenchen-Jakarta itulah yang menjadi penerbangan perdana Garuda ke Eropa. Bahkan, kepergian Ibu mampu merubah tatanan sosiopolitikbisnis bangsa ini.

7.       Bulan Oktober lalu baru saja kami kembali dari Jerman untuk mengikuti konferensi, sehingga masih lekat dalam benak kami suasana khas Jemran kalau itu. Nikmatnya mendapat tiket gratis Garuda Jakart-Amstrdam plus diskon kereta Amsterdam-Berlin masih kami rasakan sykurnya sampai saat ini, kini kami masih mendapat bantuan pula dari pihak fakultas. Bertepatan dengan mulai terdistribusinya noel ini. bertepatan dengan “kecapan2” saya mempromosikan buku ini kepada teman2. Sungguh nikmat dan haru yang luar biasa untuk saya.

8.       Kalau tidak ada perubahan Maret ini alumni Insan Cendekia akan mengadakan Insan Cendekia summit dengan pembicara utama Bapak Habibie. insyaAllah saya akan berusaha untuk hadir dan meminta tandatangan beliau di novel yang saat ini ada di samping saya. Acara ini terbuka untuk semua kalangan silakan cekidot di www.insancendekia.org/summit

Semua yang saya tulis mungkin bisa pembaca sebut kebetulan.  Dan saya yakin banyak pembaca yang memiliki kebetulan mungkin lebih dari saya, termasuk ada adik kelas kami yan memang asli klan Pak Habibie. Tapi izinkan saya berbagi “kebetulan2” ini, karena  sejak saya mengikuti program AFS 2005-2006, saya begitu banyak diberi kemudahan hidup oleh Allah melalui tangan2 orang2 hebat di sekeliling saya. Saya tidak pernah menganggap ini suatu kebetulan. Ini hanya “misteri: yang perlu saya ungkap dengan usaha keras beberapa tahun ke depan dalam proses menjadi “manusia”. Semua sudah diatur sangat rapi oleh-Nya.. tinggal kita menjalalni nya dan bersiap terkejut dengan nikmar-nikmat Nya.

Masih ada beberapa kebatulan yang bersifat pribadi urung saya tulis disini. Khawatir menimbulkan pandangan yang ekstrim dan perlunya saya kembali ke “pekerjaan”. Kebetula ini di tengah deadline sebuah aplikasi yang harus saya seleseaikan dalam hitungan jam.

Semoga bermanfaat. Dan jangan lupa beli dan baca Novelnya!!!

Sun, 9 Jan 2011 @21:04


2 Komentar
image

Sun, 6 Feb 2011 @07:20

Vidia Hawaria

Gw suka kata2 akhir lw Jo, yang "Semua sudah diatur sangat rapi oleh-Nya.. tinggal kita menjalaninya dan bersiap terkejut dengan nikmat-nikmat Nya."
karena gw juga sering dapet kejutan manis abis nangis2 dapet cobaan dari-Nya.
Sukses terus Jo! :)

image

Sun, 6 Feb 2011 @18:35

Fadjar

Trimakasih Vid.. sdh baca dan komen :)
semoga kita selalu dianugerahi kejutan2 itu ya.. :)


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+3+8

Copyright © 2018 Mochammad Fadjar Wibowo · All Rights Reserved Proudly Powered by DBS Webmatic